Modular Operating Theatre: Standar Baru Layanan Kesehatan
Yogyakarta, 23 April 2026 – Perubahan dalam industri kesehatan tidak lagi hanya berbicara tentang penambahan fasilitas, pembaruan alat medis, atau ... Baca Selengkapnya
Yogyakarta, 23 April 2026 – Perubahan dalam industri kesehatan tidak lagi hanya berbicara tentang penambahan fasilitas, pembaruan alat medis, atau pembangunan ruang baru. Hari ini, rumah sakit dituntut untuk memiliki sistem yang lebih presisi, lebih aman, lebih efisien, dan lebih siap menjawab kebutuhan layanan kesehatan modern: modular operating theatre Indonesia.
Dalam konteks inilah, ruang operasi perlu dilihat kembali. Bukan sekedar sebagai sebuah ruangan tempat tindakan medis dilakukan, tetapi sebagai sebuah sistem kritikal yang bekerja secara menyeluruh untuk menjaga keselamatan pasien, mendukung kinerja tenaga medis, serta memastikan kualitas lingkungan operasi tetap stabil.
Seperti diketahui, modular operating theatre adalah salah satu fasilitas penunjang pembedahan dengan tingkat risiko yang sangat tinggi dalam operasional rumah sakit. Menurut prospek dan pandangan bisnis yang disampaikan oleh Direktur Operasional PT Mega Andalan Cleanroom Industri (PT MACI), Ir. David Gunawan Piter, MBA dalam kunjungan Asosiasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Indonesia (ARSKI) ke showroom modular operating theatre di Mega Andalan Technopark, pengendalian lingkungan ruang operasi menjadi faktor yang tidak dapat dikompromikan.
Beliau menegaskan bahwa kesalahan dalam pengendalian partikel udara berukuran 0,3 mikron sekalipun dapat membawa risiko serius bagi keselamatan pasien. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ruang operasi tidak dapat dipandang hanya sebagai ruang tindakan pembedahan, tetapi sebagai sistem kritikal yang harus bekerja secara presisi dan terintegrasi.
Setiap aspek di dalam ruang operasi, mulai dari kualitas udara, tekanan ruang, suhu, kelembaban, sistem HVAC, hingga penerapan cleanroom, memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas lingkungan medis. Prinsip ini juga sejalan dengan Permenkes No.40 Tahun 2022, yang mengatur standar teknis fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk kebutuhan ruang operasi dan sistem pendukungnya.
Pandangan tersebut selaras dengan prinsip basic outcomes dalam surgical patient experience di rumah sakit. Pertama, primary clinical outcomes, yaitu hasil klinis utama yang mencakup keselamatan pasien, mortalitas, morbiditas, serta keberhasilan teknis tindakan pembedahan. Kedua, operational outcomes, yang meliputi lama rawat inap, angka operasi, utilitas sumber daya, serta biaya per kasus. Ketiga, individual outcomes, yaitu bagaimana pasien mengalami seluruh rangkaian layanan pre operatif dan operatif secara menyeluruh.
Dengan demikian kualitas ruang operasi tidak hanya berdampak pada aspek teknis bangungan, tetapi juga mutu layanan, efisiensi operasional, dan pengalaman pasien. Pada akhirnya, setiap keputusan klinis dan setiap sistem pendukung di ruang operasi harus kembali pada prinsip utama: patient safety first.
Ruang Operasi Tidak Lagi Cukup Dibangun, Ia Harus Dirancang sebagai Sistem

(Kunjungan ARSKI ke showroom MOT PT MACI)
Dalam paradigma lama, ruang operasi sering dipahami sebagai ruang steril yang dilengkapi peralatan medis. Namun, dalam kebutuhan rumah sakit modern, ruang operasi tidak bisa lagi dipandang sesederhana itu.
Ruang operasi adalah ekosistem. Di dalamnya ada aliran udara, tekanan ruangan, suhu, kelembaban, material dinding, konstruksi panel, sistem kontrol, pintu hermetic, alur pergerakan tenaga medis, hingga integritas dengan perangkat pendukung tindakan operasi.
Jika satu elemen tidak bekerja dengan tepat, maka kualitas keseluruhan sistem dapat terganggu. Karena itu, tantangan utama rumah sakit bukan hanya bagaimana membangun ruang operasi yang terlihat modern, tetapi bagaimana memastikan ruang tersebut benar-benar bekerja sesuai standar keselamatan dan kebutuhan operasional.
Inilah alasan mengapa pendekatan modular operating theatre Indonesia menjadi semakin relevan. MOT tidak hanya menawarkan tampilan ruang operasi yang bersih dan modern, tetapi menghadirkan pendekatan sistematik terhadap ruang operasi: dari desain, material, instalasi, kontrol lingkungan, hingga efisiensi pembangunan.
HVAC Ruang Operasi: Tidak Ada Sistem yang Benar-Benar Identik

(Ir. David Gunawan Piter, MBA, Direktur Operasional PT MACI saat menyampaikan prospek dan pandangan bisnis masa depan)
Poin penting berikut yang disampaikan oleh David Gunawan adalah sistem HVAC ruang operasi itu diproduksi secara customized. Sebab, tidak ada ruang operasi yang benar-benar identik. Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari layout bangunan, kapasitas layanan, jenis tindakan medis, kondisi eksisting, kebutuhan tekanan udara, hingga standar operasional yang ingin dicapai.
Karena itu, HVAC ruang operasi tidak dapat dibuat dengan pendekatan generik. Ia harus dirancang secara custom, berdasarkan analisis kebutuhan teknis yang mendalam. Dalam ruang operasi, HVAC bukan sekedar pendingin ruangan. Ia adalah sistem yang mengatur kualitas lingkungan: suhu, tekanan, kelembaban sirkulasi udara, dan stabilitas ruang.
Di titik ini, pengalaman menjadi sangat penting. Rumah sakit membutuhkan mitra yang tidak hanya mampu memasang sistem, tetapi memahami bagaimana setiap komponen bekerja sebagai satu kesatuan. Sebab ruang operasi yang baik bukan hanya ruang yang tampak steril, melainkan ruang yang mampu menjaga sterilitas itu secara konsisten.
Cleanroom sebagai Fondasi Keselamatan Pasien

(dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS (kiri), dr. Heru Satria Gama, M.M. (tengah) dan Eric Dwinanto Sudirgo (kanan))
Dalam kunjungan ARSKI di showroom MOT PT MACI, pembahasan mengenai ruang operasi modern tidak hanya berhenti pada aspek teknologi, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata rumah sakit dalam menghadirkan fasilitas yang lebih aman, presisi, dan terkendali. Kehadiran Ketua ARSKI, dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS, bersama dr. Heru Satria Gama, M.M., tim ahli Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito, serta Eric Dwinanto Sudirgo, Presiden Direktur PT. Polaris Alkes Starindo selaku Exclusive National Distributor untuk PT Mega Andalan Kalasan Group (MAK group), memperkuat bahwa isu ruang operasi bukan sekedar persoalan teknis banguan, melainkan bagian dari ekosistem layanan kesehatan yang membutuhkan kolaborasi lintas peran.
Melalui kunjungan ini, para undangan mendapatkan gambaran langsung mengenai sistem filtrasi berlapis, kontrol partikel udara, pengaturan tekanan, serta desain permukaan yang mudah dibersihkan. Cleanroom membantu menciptakan ruang operasi yang lebih stabil dan higienis. Setiap elemen dirancang untuk meminimalisir risiko kontaminasi dan mendukung keselamatan pasien.

Di sinilah teknologi memiliki makna yang lebih dalam. Teknologi tidak hadir hanya untuk membuat ruang terlihat canggih. Teknologi hadir untuk mengurangi risiko, meningkatkan kepastian, dan menjaga kehidupan manusia yang sedang berada pada titik paling rentan.
Jadi, kenapa ruang operasi bukan sekedar tempat berlangsungnya prosedur medis? Karena ruang operasi merupakan ruang kepercayaan dan harapan. Di dalamnya, pasien menyerahkan keselamatan dirinya kepada sistem, tenaga medis, dan fasilitas yang harus bekerja tanpa kompromi.
Solusi Perubahan Industri Kesehatan

Kegiatan bersama ARSKI ini juga memperlihatkan satu hal penting: industri kesehatan Indonesia sedang bergerak dari cara pandang berbasis produk menuju cara pandang berbasis solusi. Rumah sakit tidak lagi hanya membutuhkan komponen secara terpisah. Rumah sakit membutuhkan sistem yang terintegrasi, dapat dikendalikan, mudah dipelihara, dan mampu mendukung efisiensi operasional jangka panjang.
Dalam showroom PT MACI, para tamu dapat melihat langsung bagaimana panel modular, sistem HVAC, cleanroom, dan kontrol lingkungan tidak berdiri sendiri-sendiri. Semuanya, saling terhubung untuk menciptakan ruang operasi yang lebih presisi, lebih higienis, dan lebih siap digunakan sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan modern.
Pendekatan ini penting karena inovasi sejati bukan hanya tentang menghadirkan teknologi baru. Inovasi yang relevan adalah kemampuan untuk menjawab masalah yang benar-benar dihadapi industri. Dalam konteks rumah sakit, masalah mencakup kebutuhan pembangunan yang lebih cepat, standar keselamatan yang semakin tinggi, keterbatasan tuang, tuntutan efisiensi, serta kebutuhan akan sistem yang dapat diandalkan dalam jangka panjang.
Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional sebagai Agenda Strategis
Selain memaparkan teknis ruang operasi, David Gunawan juga menyampaikan sebuah isu yang lebih besar: kemandirian industri alat kesehatan nasional.
Indonesia membutuhkan industri kesehatan yang tidak hanya mengandalkan impor dan sebagai pengguna teknologi. Inovator nasional harus hadir untuk membangun, mengembangkan dan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit di dalam negeri. Dalam konteks ini, beliau menegaskan bahwa keberadaan produk dan sistem yang dikembangkan oleh industri nasional menjadi semakin strategis.
PT MACI hadir dalam posisi tersebut. Sebagai bagian dari ekosistem industri yang memiliki kemampuan manufaktur, perencanaan, desain dan implementasi, PT MACI tidak hanya sebagai kontraktor cleanroom Indonesia, tetapi juga konsultan yang mampu memberikan blueprint perencanaan pembangunan sarana rumah sakit, dalam hal ini pembangunan ruang operasi yang meminimalisir kesalahan di tengah pembangunan karena tidak sesuai dengan prosedur, salah satunya sertifikasi Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK).
Sebagai Direktur Operasional PT MACI, disampaikan bahwa PT MACI berada di perusahaan yang telah berdiri lebih dari 30 tahun dalam menghadirkan alat-alat kesehatan. Sehingga sebagai bentuk program CSR, pihak rumah sakit yang memiliki rencana membangun ruang operasi dipersilakan untuk konsultasi perencanaan secara gratis tanpa komitmen kepada team PT MACI. Hal ini dilakukan bagian dari edukasi demi kemajuan industri kesehatan nasional bersama-sama.
Pada akhirnya, masa depan fasilitas kesehatan tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi oleh seberapa tepat teknologi itu menjawab kebutuhan pasien. Karena modular operating theatre Indonesia yang baik tidak hanya dibangun untuk bekerja tetapi juga menjaga kehidupan.
Referensi:
¹ Aortic Healthwork Indonesia, “Successful in Surgery, Yet Failing in Patient Experience.